Tampilkan postingan dengan label Lavender. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lavender. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 April 2015

Jenis-jenis batu permata yang ada di pasaran

Jenis-jenis
batu permata (gemstone) atau batu mulia di pasaran saat ini sangat beragam. Tentu saja hal itu membingungkan para penghobi pemula batu permata, termasuk para penghobi batu akik yang semakin hari semakin banyak jumlahnya.
Dilansir sebuah situs batu akik, kadang nama-nama di pasaran dipakai para pedagang batu yang nakal untuk mengelabuhi pembeli. Sebagai contoh, saat ada pemula ingin membeli batu safir, oleh pedagang ditunjukan batu kyanite yang biasa disebut sebagai “Safir Australi”. Mungkin pedagangnya pun tidak tahu.
87IMG_20140227_214040
Sebutan “Zamrud Kalimantan” untuk batu Green Obsidian juga telah memakan banyak korban. Banyak pembeli percaya kalau batu itu adalah jenis batu Emerald. Batu sintetis “Merah Siam”, “King Safir”, dan “Zamrud Chatam” banyak yang percaya kalau itu batu permata natural atau asli bentukan alam

Berikut ini adalah nama pasaran batu mulia dan permata yang beredar di Indonesia:
Istilah batu berdasar kharakteristik istimewa yang dimilikinya:

Tapak Jalak: Semua jenis batu dengan garis silang / palang dipermukaan batu yang tembus atas bawah.
Combong: Semua jenis batu dengan lobang alami dari permukaan sampai bawah batu.
Junjung Drajad: Semua jenis batu dengan motif seperti pangkat polis.
Kendit: Semua batu yang memiliki garis melintang yang membelah batu menjadi dua sama besar, kebanyakan tembus sampai belakang batu.
Mata Dewa: Semua jenis batu yang mempunyai gambar / image di permukaan seperti mata.
Puser Bumi: Semua batu (khususnya batu akik) yang mempunyai gambar lingkaran memusat seperti pusaran air.
Beberapa batu mulia dan semi mulia yang belum jelas identifikasinya:
Bulu macan: Seraphinit?Badar Besi: Hematit?Black Solomon Cat’s Eye: Spectrolite Cat’s Eye? Scapolite Cateye?Jala Sutra: ?Yakut: Yellow Sapphire? beberapa sumber menyebut juga sebagai Natural Zirkon?Batu Jala Sutra
Beberapa nama pasaran batu sintetis/buatan:
King SafirKing TopazMerah SiamZamrud ChatamRuby ChatamSafir ChatamAmerican StarCubic ZirconiaOpal JepangZamrud Byron
Sementara itu di situs lain disajikan tabel tentang nama internasional dan nama Indonesia untuk batu permata/ batu mulia
Jika Anda menemukan atau tahu nama-nama selain yang disebutkan di atas, silakan disampaikan melalui artikel ini.
Selengkap nya: - Jenis-jenis batu permata yang ada di pasaran

Selasa, 28 April 2015

Berbagai treatment pada jenis jenis batu maulia

Batu mulia saat ini banyak diperjual belikan di pasaran. Biasanya digunakan untukt memperindah tampilan dalam berbagai macam aksesori. Seperti cincin, liontin kalung, manik-manik gelang, bros dan aneka aksesoris lainnya.

Agar tampilan batu menjadi lebih cantik, maka batu mulia yang beredar di pasaran biasanya sudah melewati berbagai fase treatment atau proses pengolahan tersendiri. Proses treatment pada masing-masing batu mulia berbeda-beda, tergantung pada jenisnya dan tujuan treatment -nya. Biasanya, perlakuan treatment pada batuan ini berpotensi menurunkan nilai jual.

Artinya, batu mulia alami/natural ( no treatment ) umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan batu mulia yang sudah mengalami berbagai treatment . Bagaimana menentukan batu mulia tersebut sudah mengalami treatment atau belum? Orang awam biasanya kesulitan atau bahkan tak dapat mengetahui mana batu mulia yang masih natural dan mana yang sudah mengalami treatment .

Akan tetapi seorang gemologist memiliki kapasitas buat menentukan hal tersebut. Ia memiliki keahlian buat menentukan hal tersebut. Untuk memudahkan orang awam dalam menentukan keaslian batu mulia, biasanya batu mulia yang dijual di pasaran dilengkapi dengan sertifikat keaslian batu mulia sebagai patokan.

Jadi, jangan heran ketika menemukan harga batu kalimaya susu dan batu-batu mulia lainnya yang terlihat cantik namun tak bersertifikat jauh lebih rendah. dari pada harga batu mulia lain yang lebih sederhana namun bersertifikat. Karena, sertifikat keaslian menjadi patokan bahwa batu mulia tersebut masih natural, belum melewati proses treatment .

Ada beberapa teknik treatment yang diberlakukan pada batu mulia buat meningkatkan nilai seninya. Masing-masing treatment memiliki tujuan tersendiri dan berlaku buat beberapa jenis batu mulia tertentu. Berikut akan dijelaskan beberapa jenis treatment pada batu mulia:


Heating Treatment (Pemanasan)

Heating Treatment dilakukan dengan cara memanaskan batu mulia pada temperatur tertentu, dengan menggunakan alat-alat khusus. Tujuan dari perlakuan pemanasan ini ialah buat mempertajam dan menjernihkan rona batu. Sehingga, batu-batu mulia yang mengalami heating treatment warnanya menjadi lebih terang, jernih dan bercahaya.

Jenis-jenis batu mulia yang mengalami treatment seperti ini antara lain ruby, safir , natural zirkon, tanzanite, Paraiba Tourmaline dan Amethyst (warna berubah dari ungu menjadi kuning).


Irradiated Treatment (Penyinaran)
Teknik treatment yang lain ialah Irradiated Treatment . Istilah dalam bahasa Indonesianya ialah irradiasi. Pada treatment ini material batu mulia ditembak dengan subatomic partikel (radiasi), dengan tujuan buat merubah rona batu mulia. Batu mulia yang melewati treatment ini belum memberikan hasil yang maksimal. Agar penampilan batu mulia lebih maksimal dan rona lebih tajam, dilanjutkan dengan treatment pemanansan.

Konon, Irradiated Treatment ini tergolong berbahaya bagi manusia. Baik saat melakukan treatment maupun setelahnya. Karena, ada kemungkinan besar sisa radioaktif masih tertinggal pada batu mulia. Sehingga, dikhawatirkan bisa membahayakan pemakainya.

Di beberapa negara seperti Amerika, ada anggaran yang sangat keras mengenai treatment ini. Di sana ada badan spesifik yang bertugas buat meneliti dan memastikan bahwa batu-batu mulia yang melewati treatment ini kondusif dan layak buat dijual secara bebas. Beberapa jenis batu mulia yang sering menggunakan treatment ini, yaitu:

   1. Blue Topaz
   2.Tourmaline
   3. Diamond


Blue topaz alam biasanya masih memiliki rona biru yang pucat. Karena itu diberikan treament penyinaran. Treatment ini dapat mempertajam rona dan penampilan blue topaz, sehingga tampak lebih cerah dan bersinar.


Oiling Treatment (Pemberian Minyak)

Oiling Treatment biasanya diberlakukan pada batu mulia jenis Zamrud atau Emerald. Pada umumnya batu zamrud yang dijual di pasaran sudah melalui Oiling Treatment , meskipun ada juga diantaranya yang tidak. Bagaimana proses Oiling Treatment? Oiling Treatment dilakukan dengan cara mengisikan minyak pada celah-celah batuan mulia.

Proses ini bertujuan buat menyamarkan retakan atau celah-celah yang ada pada batu tersebut. Adapun caranya ialah sebagai berikut, ketika bongkahan batu mulia baru diangkat dari tambangnya, langsung dimasukkan dalam minyak yang disuling dari pohon cedar –sejenis pohon cemara– Selain bertujuan buat menyamarkan reatakan dan celah-celah kecil pada batuan, proses ini juga sangat membantu buat mempermudah proses mutilasi batu mulia nantinya.


Filling Treatment (Pengisian Material)
Beberapa jenis batu mulia natural biasanya memiliki pori-pori, retakan atau lubang-lubang secara alami. Hal ini sering mengurangi nilai keindahan batuan ketika digunakan sebagai aksesori . Sehingga, diperlukan perlakuan spesifik buat meningkatkan penampilan visual batuan tersebut. Kualitas visual batu mulia dapat ditingkatkan dengan berbagai perlakuan, diantaranya yaitu dengan Filling Treatment .

Filling Treatment ialah proses pengisian material eksklusif dengan rona visual yang sama pada celah retakan batu mulia tersebut, buat meningkatkan penampilan dan rona visual batuan. Adapun material yang digunakan buat mengisi celah batuan tersebut diantara yaitu kaca, plastik atau material lain yang memiliki rona yang  sama.

Filling Treatment ini umumnya doberikan pada jenis batu mulia yang umumnya memiliki lubang-lubang, retakan atau pori-pori natural. Misalnya batu ruby, Pirus atau Turquoise.


Dyeing Treatment (Pewarnaan)

Ternyata tak hanya makanan yang  perlu diberi pewarnaan buat meningkatkan performanya. Batu mulia juga perlu diberikan perlakuan pewarnaan. Proses ini dikenal dengan istilah Dyeing Treatment . Perlakuan ini umumnya diberikan pada batu-batu mulia seperti: lapis lazuli,turquoise, agate atau akik, Giok atau jade, safir, ruby, dan zamrud.

Bahkan terkadang, batu-batu mulia tersebut tak hanya diwarna, akan tetapi juga dilukis dengan gambar-gambar kelinci, laba-laba, serangga dan sejenisnya agar penampilan batu menjadi lebih menarik.

Ada beberapa cara buat mendeteksi apakah batu mulia yang  Anda beli sudah mengalami Dyeing Treatment atau masih natural? Caranya yaitu sebagai berikut: ambil sedikit kapas kemudian basahi dengan cairan pembersih pewarna kuku ( acetone ).

Gosokkan kapas yang  sudah dibasahi dengan acetone tersebut pada batu yang  ingin dideteksi. Jika rona batu mulia menempel pada kapas, maka batu tersebut sudah mengalami Dyeing Treatment . Sebaliknya, jika kapas tetap bersih, maka rona batu mulia tersebut masih asli, tak mengalami Dyeing Treatment .
 
Coating Treatment (Pelapisan)

Harga batu kalimaya susu natural sebenarnya jauh lebih tinggi dari pada yang  sudah mengalami treatment . Akan tetapi, para perajin batu mulia tetap memberikan beberapa treatmen pada batu-batu mulia agar terlihat lebih menarik dan merayu mata calon pembeli buat membelinya.

Nah, salah satu jenis treatment yang  umumnya diberikan pada batu kalimaya (opal) ialah c oating treatment . Yaitu dengan cara memberikan lapisan film berwarna mencolok pada batu mulia tertentu. Treatment ini bertujuan buat memberikan rona lebih menarik pada batu mulia dimaksud. Beberapa jenis batu mulia yang  dapat mendapat treatment ini yaitu Mystic Topaz , Tanzanite, Intan/ Diamond dan Batu Kalimaya (opal).
 
Diffusion Treatment (Penyuntikan Bahan Kimia Tertentu)

Diffusion treatment dilakukan dengan cara menyuntikkan homogen bahan kimia (seperti Beryllium) pada batu mulia. Agar bahan kimia dapat meresap ke dalam batu secara permanen, biasanya proses penyuntikan dilakukan pada temperatur tinggi. Treatment ini dapat meningkatkan estetika rona bebatuan, merubah rona hingga menimbukan imbas star pada batu mulia yang  mengalami treatment. Treatment jenis ini umumnya dilakukan pada batu safir.

Pecinta batu mulia umumnya sudah menganggap treatment pada batu mulia sebagai sesuatu yang  lumrah. Bahkan menganggap bahwa batu mulia hasil treatmen sebagai batu mulia natural. Apalagi harga batu kalimaya susu, dan batu mulia lain yang  sudah melalui tahapan treatment jauh lebih murah dari batu mulia natural.

Namun demikian, tetap saja ada pecinta batu mulia yang tak dapat menerima treatment pada batu mulia. Mereka adalah para pecinta batu mulia yang  berjiwa oriental. Demikianlah klarifikasi tentang harga batu mulia kalimaya susu dan lainnya yang telah mengalami proses treathment . Semoga tulisan ini bermanfaat untuk anda
Selengkap nya: - Berbagai treatment pada jenis jenis batu maulia

Permata alam Indonesia

Batu mulia atau batu permata adalah sebuah satuan mineral keras berupa batu, batu ini terbentuk dari hasil proses geologi yang unsurnya terdiri atas satu atau beberapa komponen kimia yang mempunyai warna dan dari batu yang ada batu ini yang paling keras.

Karena kekerasannya batu ini sangat susah didapat dari alam, hingga harga jualnya menjadi tinggi, dan ini tentu diminati oleh para kolektor yang berkantong tebal.
Sebelum berbentuk batu permata sebagian besar batu ini harus dipoles terlebih dahulu hingga bisa dipakai dan dijadikansebagai perhiasan, biasanya yang menyukai permata ini adalah wanita, namun saat ini para pria tak ketinggalan.

Dijelaskan Ki Jambul, di dunia ini tidak semua tempat mengandung batu permata, di Indonesia hanya ada  beberapa tempat yang mengandung batu permata antara yang terkenal misalnya di provinsi Banten dengan Kalimayanya, di Lampung dengan batu jenis-jenis anggur yang menawan dan jenis cempaka, di Pulau Kalimantan dengan Kecubungnya (amethys) dan Intan (berlian), Bacan di Almahera, Lumut Sungai dareh, Sumbar, Bio Solar Aceh, juga dibeberpa tempat di Sumatera.

"Batu permata mempunyai nama dari mulai huruf a sampai huruf z yang diklasifikasikan menurut kekerasannya yang dikenal dengan Skala Mohs dari 1 sampai 10." Jelasnya.
Permata yang paling diminati di dunia adalah yang berkristal yang selain jenis batu mulia seperti Berlian, Zamrud, Ruby dan Safir, batu-batu akik jenis Bacan, Lumut Sungai Dareh, Solar Aceh, Anggur seperti Biru Langit, Bungur atau kecubung yang berasal dari Tanjung Bintang, Lampung saat ini banyak di buru oleh para kolektor karena kualitas kristalnya.

"Belakangan ini muncul batu Lavender, Giok Aceh, dan banyak lagi, bahkan saat ini diseluruh kota di Indonesia bermunculan pengasah batu akik ini," Tukasnya
buat gemslover yang membutuhkan bahan batu akik Lavender silahkan hubungi kami
Selengkap nya: - Permata alam Indonesia

Nekt....

Terbaru

Get this widget here